SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Partai Golkar Jawa Timur menghibahkan Laboratorium Container PCR kepada Universitas Nahdaltul Ulama (UNUSA) Surabaya yang diserahkan M. Sarmuji, SE,MSi dan diterima Rektor UNUSA Prof. Dr. Achmad Jazidie, M.Eng. Penyerahan berlangsung di ruang rektorat, Selasa (13/12/2022).
M. Sarmuji mengatakan, Laboratorium Container itu sebenarnya merupakan bantuan dari Pak Erwin Aksa (Wakil Umum DPP Partai Golkar) selaku Direktur Utama PT. SLU (Satu Laboratika Utama) kepada Golkar Jawa Timur. Lalu kami hibahkan ke UNUSA.
“Ada satu pertanyaan kenapa diantara Universitas di Jawa Timur yang jumlahnya sangat banyak itu UNUSA kita tunjuk untuk menerima bantuan Laboratorium PCR ini. Bagi kami komunitas paling besar di Jawa Timur adalah Nahdatul Ulama (NU).
NU itu umatnya paling besar di Jawa Timur hampir 90 persen. Dengan memberikan perhatian kepada UNUSA berarti memberikan perhatian kepada masyarakat Jawa Timur,” jelas Sarmuji kepada wartawan.
Alat ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal untuk kepentingan penelitian atau pengabdian masyarakat, bahkan pelayanan kesehatan masyarakat di rumah sakit yakni RSI Jemursari, RSI Wonokromo dan RS Ibu dan Anak Gresik. Tiga rumah sakit ini bisa memanfaatkan alat ini secara maksimal.

“Alat ini tidak hanya bisa digunakan untuk PCR Covid, melainkan juga dapat digunakan untuk mendiagnosa penyakit lainnya seperti HBV (Hepatitis B), HCV (Hepatitis C), HIV viral load, CMV, PCR TB (Tuberkulosis) dan HPV (Kanker Serviks),” ungkap Sarmuji. Alat ini kira kira harganya sekitar Rp 1,8 milliar.
Sementara itu Ketua Yayasan Rumah Sakit Islam (Yarsis) Prof.Dr. Mohammad Nuh, DEA mengatakan, meskipun urusan Covid-19 sudah selesai, namun Laboratorium container yang dihibahkan termasuk dalam kategori BSL 2 ini sangat dibutuhkan untuk pengembangan pendidikan dan penelitian.
“Kami menyampaikan terimakasih setinggi tingginya kepada Partai Golkar. Mengapa UNUSA yang ditunjuk bukan yang lain. Itu karena Golkar paham dengan kedudukan UNUSA. Ujung ujungnya, laboratorium akan bisa menyiapkan para mahasiswa kedokteran maupun mahasiswa analis kesehatan. Kami yakin laboratorium ini akan bermanfaat tidak hanya pelayanan namun juga pendidikan dan penelitian.
Kedepan kata Moh. Nuh, laboratorium ini juga dikembangkan untuk pemeriksaan penyakit penyakit seperti HIV, TB, Kanker serviks dan lainya. Sebab lab ini akan melengkapi dalam upaya pembangunan TB Center Unusa. Kami juga ingin berkontribusi menangani TB di Jawa Timur khususnya dan Indonesia nomor dua dunia penderita TB dan Jatim nomor satu di Indonesia.
Jadi Golkar kesini ini masuk melalui pintu masuk yang sangat tepat, tidak sesat. Hal itu dikarenakan di UNUSA menjadi perguruan tinggi yang oleh PBNU dijadikan pusat pengembangan NU. Dan perguruan tinggi perguruan tinggi akan tahu bahwa disitu ada laboratorium bantuan dari Golkar, tandasnya.
Hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Sahat Tua Simanjuntak (Wakil Ketua Golkar Jatim), Wakil ketua bidang bencana dan kesehatan Erick R Tahalele (Ketua Yellow Clinic Jatim), Wakabid kaderisasi Kodrat Sunyoto, wakabid orgnaisasi Hery Soegihono, Dirut PT. PLU (Satu Laboratika Utama) Aswin Lolo, Humas Yellow Clinic Tiara Wulan Juli. (*)