Jumat, 2 Oktober 2026
30 C
Surabaya
More
    InternasionalJalan-jalan di Bukit Bintang Malaysia, Ada Pedagang Haram

    Jalan-jalan di Bukit Bintang Malaysia, Ada Pedagang Haram

    KUALA LUMPUR (WartaTransparansi) – Pesona pusat keramaian di Bukit Bintang Kuala Lumpur, Malaysia, menjadi tujuan jalan-jalan warga asli Malaysia dan pelancong dari luar negeri.

    Bersama jamaah (sebutan Arab dari Surabaya dan Jakarta), Sabtu malam (29/10/2022), menikmati Bukit Bintang dengan jalan-jalan dan menyaksikan keramaian pusat pertokoan kelas atas dan berbagai pernik.

    Diantara keramaian Bukit Bintang, salah satu tokoh Malaysia, biasa dipanggil Datuk Nukman menyebut tongkrongan pedagang dengan menggunakan mobil pick-up dengan jualan kacang rebus dan “Polo Pendem” termasuk kacang Shanghai, adalah pedagang haram.

    “Coba lihat mobil ini tetap dinyalakan beserta lampunya, jadi seakan-akan terkesan parkir. Apalagi di jalan raya Bukit Bintang yang ramai seperti ini. Jadi ini pedagang haram,” kata Nukman, Sabtu malam.

    Keramaian Bukti Bintang juga diwarnai berbagai suguhan pertokoan dan kedai dengan menawarkan jualan makanan dan minuman khas Arabia, juga tongkrongan bermerk seperti Starbuck.

    Bahkan menu Starbuck, sama dengan di Surabaya dan banyak tempat dengan berbagai sajian minuman juga makanan ringan. “Rasa dan menunya hampir sama,” kata Zulkifli Mahri biasa disapa Yopie.

    Lalu lalang keramaian Bukit Bintang memang masih mengesankan keramaian Asia Tenggara, masih diwarnai pedagang kaki lima atau pedagang haram karena ingin mengais rejeki dari keramaian metropolitan yang sudah tidak memberi tempat pedagang Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) menonjol di antara sinar terang gemerlang bangunan berbintang.

    Ke depan memberikan prosesntase 15-25 persen menjadi pusat mengembangkan pedagang kelas UMKM di setiap keramaian kelas atas, sangat berguna untuk meningkatkan kelas pedagang mikro menjadi lebih maju. Sehingga menjadi bagian perkembangan positif ekonomi di negara maju yang sedang berkembang seperti Malaysia dan Indonesia. (*)

    Reporter : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2022 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan