KEDIRI (WartaTransparansi.com) – Sebagai upaya meningkatan kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di satuan pendidikan. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kediri membangun ketangguhan mitigasi bencana melibatkan sekolah.
” Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kapasitas dan keterampilan seluruh warga sekolah saat darurat, memiliki manajemen risiko partisipatif, memiliki perencanaan kesinambungan pendidikan, memiliki standar operasional prosedur (SOP) dan lainnya,”
Wakil Kepala Humas SMAN 2 Kediri Achmad Yusuf, Selasa (12/12/2023).
Dia mengatakan sekolah akan memperhatikan kenyamanan, melindungi keamanan dan keselamatan seluruh warga sekolah dari dampak buruk bencana.
Selain itu juga memastikan keberlangsungan layanan pendidikan dalam situasi darurat dan memulihkan kembali fungsi sekolah pasca-bencana.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Kediri, Indun Munawaroh, menjelaskan pihaknya telah merealisasikan pembentukan Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) untuk 3 sekolah di Kota Kediri.
“Tiap tahun kita targetkan satu sekolah. Di Kota Kediri hingga tahun ini sudah membentuk SPAB di 3 sekolah: SDN Betet 1, SMAN 5 Taruna Brawijaya dan SMAN 2 Kediri,”ucapnya.
Lanjut Indun, perihal SPAB masuk kurikulum sekolah, Indun mengutarakan masih berkomunikasi Dinas Pendidikan (Dindik) Cabang Wilayah Kota Kediri dan Dindik Kota Kediri.
“Untuk masuk kurikulum membutuhkan proses karena masing-masing wilayah harus membentuk sekretaris bersama, namun kita upayakan program ini masuk kurikulum,” terangnya.
Indun berharap SPAB dapat diterapkan di semua jenjang pendidikan di Kota Kediri sehingga dapat meminimalisir atau mengurangi risiko apabila terjadi bencana. (*)