SURABAYA (WarraTransparansi.com) – Sekretaris Jenderal Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Eko Pamuji, berhasil meraih gelar Doktor pada Sidang Terbuka Ujian Doktor di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UNAIR (Universitas Airlangga) Surabaya.
Berlangsung di Ruang Adi Sukadana, Senin (19/12/2022), “pesan Profesor Rahmah Ida, melalui WhatsApp, mengingatkan ketika saya terlena dan akhirnya berhasil menyelesaikan disertasi berjudul ‘Bisnis Media Cetak di Era Digital’,” kata Sekjen JMSI mengungkap rahasia menyelesaikan disertasinya.
Dipimpin Ketua Sidang, Dr Phill Toetik Koesbardiati, Dra, seluruh penyanggah dan pertanyaan dari undangan akademik, Eko Pamuji berhasil menjawab dengan lugas dan banyak menyajikan pengalaman selama penelitian.
Sumbangsih terhadap Ilmu pengetahuan, Eko Pamuji melahirkan Model Baru “Media Laba-Laba” Dimana penelitian ini berangkat dari fenomena sejumlah media cetak atau surat kabar di dalam dan luar negeri menutup usaha penerbitannya dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir ini, menyusul terus berkembangnya teknologi digital (era digitalisasi).

Secara keseluruhan, media cetak menghadapi tantangan besar di era digital ini.
Permasalahan penelitian ini adalah: bagaimana bisnis media cetak di Jawa Timur (Jawa Pos dan Surya) mempertahankan kelangsungan bisnisnya dengan model kapitalisasi yang mereka lakukan dalam kondisi kompetisi konvergensi dan digitalisasi media saat ini serta bagaimana model kapitalisasi dan bisnis media cetak di dua perusahaan tersebut berdampak pada produksi konten, terutama pada kebijakan redaksional mereka?
Tujuan penelitian ini untuk mengungkap dan mendapatkan gambaran tentang bisnis media cetak di Jawa Timur (Jawa Pos dan Surya) di era digital dan implikasinya terhadap kelangsungan hidup media cetak.
Bisnis media cetak menghadapi pesaing yang menawarkan produk dan jasa lebih murah, mudah, dan cepat (efisien).
Beberapa pesaing itu adalah media cetak lainnya dalam fomat media berbeda (Curran and Gurevich, 2000). Pesaing lainnya adalah pendatang baru di pasar berita (konten informasi) yaitu media digital (media baru) yang sama “hausnya” akan pendapatan iklan yang dinikmati media cetak ‘secara tradisional’ (Gurevitch & Curran, 1996).
Fenomena ini dijadikan penulis untuk mengungkap bagaimana masa depan bisnis media cetak yang sekarang ini memasuki masa-masa sulit (Sunkara, 2013).
Sekira lima sampai sepuluh tahun terakhir, bisnis media cetak sudah mulai merosot. Ini ditandai oleh penurunan jumlah pembaca dan pendapatan iklan.
Eko Pamuji menawarkan Model Baru “Media Laba-Laba” di antara kondisi bisnis media di persimpangan jalan. Sekaligus menjaga konten dengan standar karya jurnalistik.
Eko Pamuji yang menjabat Sekjen JMSI sejak Juli 2022, memberikan gambaran bisnis media cetak di peruhaaan dengan kekuatan koorporasi dan perusahaan dengan menggantungkan iklan atau mitra kerja dari APBD atau APBN. Seperti Laba-Laba dengan kekuatan jejaring, bertahan tetap terbit. (*)