Sabtu, 3 Oktober 2026
28.9 C
Surabaya
More
    PendidikanPendidikan di Surabaya Harus Humanis Agar Siswa Memiliki Rasa Hormat Pada Guru

    Pendidikan di Surabaya Harus Humanis Agar Siswa Memiliki Rasa Hormat Pada Guru

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Wali Kota Eri Cahyadi mengatakan, pendidikan di Surabaya harus bermutu dan humanis, agar siswa memiliki rasa hormat kepada guru.

    “Saya berharap, pendidikan di Surabaya itu bisa berubah. Kalau soal mutu pendidikan jangan ditanya lagi, Surabaya pasti bermutu. Tapi kalau soal humanis, itu perlu digaris bawahi, bagaimana kita menjadikan siswa ini memiliki rasa segan dan hormat pada gurunya,” kata Eri Cahyadi.

    Hal itu disampaikan Eri dalam seminar bertema “Guru Bersinergi Wujudkan Pendidikan Surabaya yang Bermutu dan Humanis” dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional dan HUT Ke 77 PGRI tahun 2022, di Graha Sawunggaling, Jumat (18/11/2022).

    Eri menginginkan, para guru bisa memberikan rasa ikatan batin dengan muridnya. Ketika guru memiliki keterikatan batin dengan muridnya, maka karakter pada diri murid akan terbentuk hingga menjadi bekal ketika mereka dewasa nanti.

    “Karena tugas saya dengan panjenengan (guru) itu tujuannya satu, menciptakan anak-anak yang memiliki jiwa pemimpin bangsa dengan akhlakul karimah,” ujarnya.

    Ditegaskan pula, para guru wajib menanamkan rasa saling tolong-menolong dan peduli terhadap sesama, kepada muridnya.

    “Yang paling penting lagi itu, murid di Surabaya harus menjadi anak yang berkarakter. Jangan sampai, anak itu menjadi jadi pintar, tapi tidak memiliki karakter,” tandasnya.

    Sementara itu, Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh menyampaikan, di peringatan Hari Guru Nasional dan HUT Ke 77 PGRI tahun 2022 ini, akan mengubah beberapa hal. Antaranya, soal penambahan bangunan sekolah dan mengubah jam belajar.

    “Kemarin kan sudah ada pendidikan karakter. Nah, untuk saat ini itu ada sekolah yang mempunyai jadwal belajar mengajar dua shift pagi dan siang, nanti kita ubah menjadi satu shift. Karena kalau dua shift, itu akan mempengaruhi psikologi dan kesehatan, serta kualitas belajar murid,” ucap Yusuf.

    Di kesempatan sama, Ketua PGRI Surabaya, Agnes Warsiati menyampaikan, seminar ini adalah kesempatan emas bagi para guru di Kota Pahlawan. Selain meningkatkan kualitas pendidikan, juga dijadikan bekal para murid di masa depan.

    Agnes juga menyampaikan terima kasih kepada Cak Eri Cahyadi, telah memberikan fasilitas dan mendukung para guru untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Surabaya menjadi lebih baik lagi. “Terima kasih Pak Wali Kota, telah memberikan support kepada kami (para guru) untuk bersama – sama menjadi maju, kreatif, bermartabat, humanis dan berkualitas,” ujarnya.

    Seminar menghadirkan sejumlah narasumber. Antaranya, Plt Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbud-Ristek) RI, Nunuk Suryani, Kepala Dispendik Kota Surabaya, Yusuf Masruh, Ketua PGRI Kota Surabaya, Agnes Warsiati, dan diikuti 400 guru serta lainnya melalui daring. (*)

    Reporter : wetly

    Sumber : WartaTransparansi

    COPYRIGHT © 2022 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan