KUALALUMPUR (WartaTransparansi.com) – Jalan-jalan di Malaysia sudah pasti menikmati Bukit Bintang dan Mall dan Taman di bawah Menara Kembar Kuala Lumpur, juga sebuah pertokoan besar bernama Hanifah.
Tetapi, kenikmatan tersendiri ke Malaysia seperti silaturrahmi mencicipi masakan khas Melayu khas Malaysia antara cita rasa Melayu dan India.
Ketika rombongan Jamaah Ampel Surabaya menikmati sajian makan di Restaurant cukup modern, karena sebagian layanan antar dengan menggunakan robot. Benar-benar mendapat kenikmatan.
“Nasinya saja dimakan sudah enak, belum ditambah ikan,” kata M. Nabil, Ketua Umum KONI Jatim, saat menikmati nasi kendar.
Nasi Kendari adalah seperti nasi uduk atau nasi kuning, sehingga pada saat dimakan sudah nikmat. Apalagi dibumbui bawang goreng merah.
Selama di Malaysia sejak Sabtu (29/10/2022) hingga Selasa (1/11/2022) bersama rombongan dengan Datuk Nukman dan Ahmad Riyadh, kesan paling indah adalah seperti berada di Indonesia.
“Kalau di Malaysia ini seperti di Indonesia, jadi tidak berbeda jauh walaupun beda negara,” kata Salim Balahmar, Senin (31/101/2022).
Isa Bahmid menganggap seperti silaturrahmi karena banyak bertemu dengan teman lama maupun teman baru. “Ya ke sini (Malaysia, red) ibaratnya silaturrahmi,” katanya, setelah disapa salah seorang temannya di Restaurant Q-Bistro, dan begitu akrab sambil cipika cipiki.
Menikmati masakan khas Malaysia dengan cita rasa Melayu dan Indonesia, memang menikmati sajian makanan seperti masakan Minang atau populer disebut makanan Padang. Tetapi masakan khas Malaysia seperti silaturahmi dengan makanan masakan khas Indonesia.
Ketika berkunjung ke Genting Higlands Premium, makanan khas nasi kendar dan sejenis masih mewarnai. Walaupun sebagian rombongan makan siang kepala ikan di KLCC (Kuala Lumpur City Centre).
Malaysia memang pandai menyajikan sejumlah tempat untuk ikon wisata, walaupun tidak terlaku istimewa untuk ukuran pemandangan di Indonesia. Hanya saja infrastruktur jalan dan sarana prasarana pengunjung dimanjakan, sehingga seakan-akan nikmat, aman, nyaman dan benar-benar mendapat hiburan. (Djoko Tetuko/bersambung)