Jumat, 2 Oktober 2026
32.8 C
Surabaya
More
    Internasional153 Orang Tewas Dalam Tragedi Halloween Itaewon di Korsel

    153 Orang Tewas Dalam Tragedi Halloween Itaewon di Korsel

    SURABAYA (WartaTransparansi.com) – Sebanyak 153 orang dilaporkan tewas dalam tragedi Halloween Itaewon di Seoul, Korea Selatan, Minggu (30/10/2022).

    Para korban diketahui merupakan remaja hingga berusia 20 tahunan. Dari korban meninggal dunia, 22 orang merupakan warga negara asing. Dikutip dari Yonhap, para korban warga negara asing berasal dari Iran, Uzbekistan, China, dan Norwegia.

    Selain itu, korban meninggal dunia juga termasuk petugas militer. Dilaporkan ada 3 orang meninggal dunia dan 4 orang lainnya luka-luka. Pemerintah kota Seoul sebelumnya mengaku menerima lebih dari 3 ribu laporan orang hilang dalam kurun waktu kurang dari 24 jam sejak insiden terjadi.

    Pada 30 Oktober 2022 hingga pukul 14.00 waktu Korea Selatan, setidaknya ada 3.480 laporan orang hilang yang diterima. Sebanyak 3.493 melalui panggilan telepon dan 87 berupa kunjungan. Diketahui, jumlah laporan orang hilang di Seoul bertambah dengan drastis. Pukul 08.40 waktu setempat, dilaporkan ada 355 kasus, kemudian pukul 11.40 waktu setempat dilaporkan ada 2.249 aduan, dan 2.642 kasus pada pukul 12.00 waktu setempat.

    Pemerintah kota Seoul akan mendirikan altar berkabung di Seoul Plaza, di pusat kota Seoul. Altar tersebut akan mulai didirikan pada Senin (31/10). Setelah altar berkabung didirikan, seluruh warga diperbolehkan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada korban. Tak hanya di satu lokasi, altar berkabung juga akan didirikan di Itaewon Plaza, tak jauh dari lokasi kejadian.

    Menurut saksi mata, insiden terjadi setelah banyak orang berkumpul di gang kecil dalam waktu yang sangat cepat. “Orang bertubuh pendek sepertiku tidak bisa bernapas,” ujar Park, salah satu saksi mata di lokasi kejadian. “Aku bisa bertahan karena berada di pinggir gang. Sepertinya orang-orang yang berada di tengah yang paling menderita,” tambahnya. Saat ini, pihak kepolisian masih terus berusaha mengidentifikasi korban tragedi Halloween Itaewon dan menyelidiki penyebab yang sesungguhnya.

    Tragedi Itaewon saat pesta Halloween di Korea Selatan dan tragedi Kanjuruhan selepas pertandingan Liga 1 Arema FC vs Persebaya di Malang termasuk dua insiden massal terburuk di dunia 10 tahun terakhir.

    Adapun insiden massal terburuk dekade ini terjadi di Mina, Arab Saudi, saat lempar jumrah dalam rangkaian ibadah haji 2015. Tragedi lempar jumrah 2015 di Mina, 2.300 tewas Para jemaah haji hendak ambil bagian dalam lempar jumrah yang merupakan bagian dari rangkaian ibadah haji di kawasan Jembatan Jumrah di Kota Mina dekat Mekah, Arab Saudi, Minggu (3/9/2017). Tercatat sekitar 2,1 juta umat Muslim dari berbagai belahan dunia berkumpul untuk melaksanakan ibadah haji tahun ini.

    Sementara Tragedi Itaewon, sejauh ini 153 tewas Jenazah para korban tewas dari tragedi Halloween Itaewon di distrik ibu kota Seoul, Korea Selatan, Minggu (30/10/2022). Para korban diyakini tewas karena gagal jantung akibat berdesakan dan terinjak-injak dalam kerumunan ribuan orang yang merayakan pesta Halloween.

    Sebelumnya, Tragedi Kanjuruhan menyebabkan 135 tewas pada pekan ke-11 Liga 1 2022-2023 seusai pertandingan bertajuk Derbi Jawa Timur, Arema FC melawan Persebaya Surabaya. Pada 1 Oktober 2022, insiden massal di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur, menewaskan 135 orang termasuk lebih dari empat puluh anak-anak. (sr)

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2022 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan