Minggu, 19 April 2026
28 C
Surabaya
More
    OpiniTajukASO Tahap Pertama Belum Mulus, Semua Pihak Harus Tetap Tulus

    ASO Tahap Pertama Belum Mulus, Semua Pihak Harus Tetap Tulus

    Perubahan kebijakan menunda sejumlah Analog Switch-Off (ASO) pada tahap pertama, merupakan bagian dari kemungkinan persiapan secara teknis maupun non-tehnis masih ada kendala. Sehingga wajib disikap dengan santun dan bijaksana.

    Mengapa? Bagaimanapun perubahan dari siaran TV Analog ke TV Digital dengan Switch-Off sangat luar biasa. Bahkan ke depan bukan sekedar mampu memanfaatkan fruensi yang selama ini digunakan televisi menjadi kebutuhan peningkatan jaringan internet secara umum, sebagai modal persaingan usaha internasional dan meningkatkan dunia usaha lokal maupun nasional.

    Tetapi kecanggihan teknologi televisi digital bakal mengubah modernisasi komunikasi dan informasi, termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) akan berlomba-lomba menuai usaha.

    Oleh karena itu, mengingat ASO merupakan program nasional untuk menyamakan dan menyetarakan kualitas mutu suara, gambar, dan penangkapan sinyal sama secara nasional, maka ketika tahap pertama mengalami menundaan atau tidak mulus, dengan penuh tanggung jawab semua pihak wajib memberikan dukungan dengan tetap tulus.

    Bahkan jika perlu membantu melakukan komunikasi kepada para pihak terkait, supaya saling memahami dan mengerti, sehingga akan melahirkan TV Digital dengan cita rasa gotong royong sangat tinggi.

    Seperti diketahui bahwa rencana pada ASO tahap pertama, 30 April 2022, dengan mengubah atau mematikan TV Analog ke TV Digital kurang mulus, sehingga tahap pertama hanya dilakukan di 21 kabupaten/kota.

    Seperti diketahui menurut rencana paling lambat mematikan TV Analog dan berubah ke TV Digital pada 30 April 2022 dengan jadwal: Jatim-3 (Sampang, Pamekasan, Sumenep), Jatim-4 (Lumajang, Jember, Bondowoso), Jatim-5 (Situbondo), Jatim-6 (Banyuwangi), dan Jatim-10 (Pacitan).

    Pengaruh dari perubahan kebijakan itu, Provinsi Jawa Timur sesuai hasil konfirmasi dengan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Dr Hudiyono, M.Si. membenarkan jika pada tahap pertama akan dilakukan ASO di 9 kabupaten, tetapi ditunda. Dan memang hanya mampu dilakukan perubahan di Kabupaten Situbondo.

    Sejumlah sumber di Kabupaten Situbondo menyatakan belum mendapat siaran TV Digital. Hal ini juga harus disikapi dengan tenang, sabar, dan tetap bersyukur karena rencana masih belum mulus, bukan berarti siaran televisi juga terputus. Semua tetap jalan hanya saja perubahan teknologi belum sesuai janji.

    Ketua KPID Provinsi Jatim, Immanuel Yosua M.I.Kom, M.H dapat memahami kekurangan dari rencana ASO tahap pertama, sehingga seluruh komisioner KPID Jatim turut serta melakukan sosialisasi sekaligus memberikan pemahaman kepada publik, terutama yang masuk perencanaan tahap pertama.

    Salah satu kendala teknis ialah persiapan siaran TV Digital. Selain itu salah satu kekurangan ialah pesiapan non-tehnis masih bermasalah ialah pembagian Set Top Box (STB) gratis kepada Rumah Tangga Miskin (RTM) sesuai dengan data dari Kementerian Sosial.

    Padahal, media elektronik televisi sudah melakukan kampanye besar-besar dengan menyampaikan kecanggihan program TV Digital. Media cetak dan online juga radio melakukan kampanye yang sama.

    Proyek besar ASO memang tidak mudah, walau sudah melibatkan berbagai pihak dengan persiapan sangat matang dan baik juga maksimal. Tetapi masih ada kendala teknis dan non-tehnis yang membutuhkan sikap para pihak tetap tulus, menunggu sebuah perubahan besar.

    Inilah salah satu tugas wartawan bersama pemangku kepentingan berkaitan dengan ASO memberikan dukungan secara positif, sehingga mampu mendukung proses perubahan menuju TV Digital dengan gambar bersih, suara jernih, sinyal tertata rapi untuk kemanfaatan informasi, hiburan dan usaha seluruh negeri.

    Bagi anak bangsa ASO adalah keniscayaan, dengan membutuhkan keteladanan semua pihak ketika program tahap pertama belum mulus (belum lancar), sehingga membutuhkan keteladanan para pihak dengan tetap tulus (tanpa pamrih) mendukung guna mewujudkan TV Diginal Indonesia yang bertanggung jawab dan membanggakan (@)

    #ASO
    #analogswitchoff
    #TVdigital
    #siarandigitalindonesia
    #ASO2022

    Penulis : Djoko Tetuko

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2022 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan