Sabtu, 3 Oktober 2026
31.1 C
Surabaya
More
    PendidikanSiswa dan Oknum Guru Saling Memaafkan, Khofifah: Proses Belajar Mengajar Berjalan Baik...

    Siswa dan Oknum Guru Saling Memaafkan, Khofifah: Proses Belajar Mengajar Berjalan Baik dan Normal

    JEMBER (WartaTransparansi.com) – Konflik antara siswa dan seorang guru di SMA Negeri Pakusari Jember dinyatakan selesai menyusul keduanya saling memaafkan. Sementara oknum guru juga di dipindah, bahkan tidak lagi berprofesi sebagai tenaga guru lagi. 

    Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, proses belajar mengajar yang ada di SMA tersebut telah selesai dan prose belajar mengajar berjalan dengan baik dan normal. 

    Saat ini yang bersangkutan juga tengah menjalani sanksi dipindahtugaskan dari aktivitas belajar mengajar dari SMAN Pakusari Jember. 

    “InsyaAllah semua permasalahan sudah diselesaikan dengan baik dengan cara-cara kekeluargaan. Keduanya pun telah saling memaafkan,” ungkap Khofifah saat berkunjung dan mengadakan silaturrahim langsung dengan  kepala sekolah , para guru dan perwakilan siswa SMAN Pakusari Jember khususnya program afirmasi pendidikan menengah (ADEM),  Sabtu (29/1).

    ktu lalu sempat terjadi permasalahan dimana ada  oknum guru SMAN Pakusari berinisial EBP dianggap berucap kurang tepat  terhadap siswanya yang berasal dari siswa  peserta Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM).

    Program ADEM ini merupakan salah satu upaya pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dalam hal pemerataan kualitas pendidikan khususnya bagi anak-anak Papua dan Papua Barat terbaik serta daerah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal) lainnya. 

    Mereka disiapkan agar memiliki kemampuan belajar yang setara dengan sebagian besar anak-anak di Pulau Jawa dan Bali.

    “SMA ini kan ada dalam koordinasi Pemprov Jatim. Jadi dalam waktu dekat guru yang bersangkutan akan mendapatkan penugasan di tempat lain. Yang bersangkutan mendapatkan sanksi dengan dipindahtugaskan ke tempat lain yang tidak terkait dengan proses belajar mengajar.  

    Kemudian hal-hal yang terkait dengan proses pembelajaran di SMAN Pakusari ini kita harapkan semua berjalan seperti semula termasuk murid  yang ada dalam program ADEM  semuanya bisa berjalan seiring dengan harapan dan cita-cita mereka,” katanya.

    Khofifah berharap, kedepan permasalahan seperti ini tidak terulang lagi di sekolah yang ada di seluruh Jatim. Sekolah, kata dia, sebagaimana mestinya memberi penguatan nilai-nilai  persatuan dan kesatuan. 

    Terlebih, Indonesia adalah negara yang majemuk, yang terdiri dari beragam suku, agama, ras, budaya, dan adat istiadat. 

    “Bagaimanapun persoalan seperti ini sebisa mungkin mesti diselesaikan dengan dialog yang teduh dan penuh kedamaian karena pada dasarnya semua adalah keluarga,” katanya.

    Menurutnya, permasalahan ini menjadi perhatian dan pembelajaran untuk semua bahwa isu kesetaraan terus menjadi kesadaran bersama. Bahwa masyarakat kini semakin cerdas, kritis, dan mendambakan posisi dan peluang  yang sama dalam kehidupan. 

    Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga melakukan dialog langsung dengan para siswa program ADEM ini. Bahkan ia juga mengajak menyanyikan lagu Tanah Papua dan juga membagikan tali asih serta pakaian olahraga dengan logo Burung Garuda.

    Menurut Khofifah, anak-anak Papua yang bersekolah di Jember ini juga memiliki cita-cita melanjutkan pendidikannya di Jatim, yakni di beberapa perguruan tinggi di Jatim seperti Malang dan Surabaya. Bahkan beberapa anak bercita-cita menjadi dokter, manager, pengusaha termasuk TNI dan POLRI. (yin/min)

    Sumber : WartaTransparansi.com

    COPYRIGHT © 2022 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan