Senin, 28 September 2026
27.2 C
Surabaya
More
    PendidikanSiswa MTsN Kudus dan Lumajang Jawara Olimpiade Matematika di Hongkong

    Siswa MTsN Kudus dan Lumajang Jawara Olimpiade Matematika di Hongkong

    LUMAJANG – Dua siswa madrasah memberikan prestasi terbaik dengan menyabet medali emas dan medali perak di ajang Hongkong International Mathematical Olympiad (HKIMO) di City University Of Hongkong.

    Rasyif Aulia Mahmud siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kudus, berhasil meraih gold secondary 2, dalam ajang Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) di City University Of Hong Kong.

    Sedangkan Wardatul Khoiroh yang akrab disapa Wardah, siswi MTsN 1 Lumajang, berhasil mempersembahkan medali perak.

    HKIMO merupakan ajang perlombaan Matematika level internasional. HKIMO bertujuan untuk mempromosikan olimpiade Matematika di seluruh dunia. Ada 5 topik utama yang dilombakan dalam ajang tersebut, yaitu: berpikir logis, aritmatika/ aljabar, teori angka, geometri & kombinatorik. Babak Final diselenggarakan 30 Agustus hingga 2 September 2019 di City University Of Hong Kong.

    Kepala MTs N 1 Kudus Taufiq Hidayat mengatakan, ananda Rasyif sudah sepuluh kali menjuarai lomba matematika di tingkat Kabupaten maupun Provinsi. Bahkan pada tanggal 15-21 September 2019, ananda Rasyif akan maju lagi di tingkat nasional dalam rangka KSM Kementerian Agama RI mewakili Jawa Tengah.

    “Alhamdulillah, saya bersyukur atas prestasi Rasyif. Karena, prestasi ini kali pertama mengikuti lomba di kejuaraan tingkat internasional. Perolehan tersebut tak lain dari hasil perjuangannya dalam mengikuti berbagai lomba,” ujar Taufiq di Kudus, Senin (02/09).

    Siswa MTsN Kudus dan Lumajang Jawara Olimpiade Matematika di Hongkong
    Rasyif Aulia Mahmud siswa Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Kudus, berhasil meraih gold secondary 2, dalam ajang Hong Kong International Mathematical Olympiad (HKIMO) di City University of Hongkong.

    Diceritakan Taufik, berdasarkan perolehan nilai matematika, Rasyif termasuk peserta yang mampu meraih skor di atas angka 120. Menurut aturan lomba,  peserta yang berhasil melampaui skor 120 itulah yang mendapatkan award sebagai gold secondary 2.

    “Ada tiga anak yang mampu meraih skor di atas 120. Ketiga anak itu berasal dari Indonesia,” pungkasnya.

    Babak final HKIMO diikuti oleh 30 negara. Delegasi dari Indonesia berjumlah 150 peserta yang tersebar dari berbagai daerah di wilayah Indonesia.

    Sementara, nama Wardah muncul di antara sederet peraih prestasi internasional lainnya yang diumumkan pada 2 September 2019. HKIMO ini berlangsung 31 Agustus – 2 September 2019.

    Putri Muhammad Su’udi kelahiran 2006 ini adalah siswa kelas 9 CI 2 MTsN 1 Lumajang. Dia dikenal pintar dan ulet. Kerja keras mengantarkannya menjadi salah satu peserta KSM (Kompetisi Sains Madrasah) tingkat Nasional untuk kontingen Jawa Timur yang akan digelar di Manado pertengahan  bulan September nanti.

    Kasi Pendidikan Madrasah kab Kemenag Khoiri mengatakn,  sebelum berlaga di Hongkong, Wardatul Khoiroh memenangkan sejumlah tahapan HKIMO tingkat nasional yg diselenggarakan satu bulan di Surabaya. Wardah saat itu pada bersaing ketat untuk mendapatkan kesempatan berkompetisi di Hongkong yang diikuti 26 negara peserta.

    “Dalam mempersiapkan event ini, Wardah sering mengikuti latihan atau training training materi olimpiade mapel matematika, baik pada guru bina yg ada di MTs Negeri 1 Lumajang maupun diluar kota, surabaya ataupun Malang,” terang Khoiri, Senin (02/9/2019).

    “Kerjasama dan dukungan antar madrasah melalui KKM dan orang tua sangat berpengaruh pada keberhasilan Wardah,” sambungnya.

    Guru bina olimpiade matematika di MTsN  1 Lumajang Supriyanto tidak bksan melatih Wardah. Madrasah juga beri dukungan dengan mendatangkan mentor dari perguruan tinggi.

    “Kita berharap keberhasilan ini dapat membawa nama baik madrasah untuk Wardatul Khoiroh, siswa MTSN 1 Lumajang, berhasil menyabet silver medals dalam event Hongkong International Mathematic Olimpiade (HKIMO) di Hongkong” tandasnya.

    “Prestasi ini sangat membanggakan keluarga besar madrasah pada umumnya dan Kabupaten Lumajang,” sambungnya.

    Direktur KSKK Madrasah berpesan agar  semangat  berprestasi dan pencapaian prestasi semacam menjadi budaya yang selalu ditumbuhkembangkan di madrasah dan menjadi tradisi mungukir prestasi tingkat regional, nasional maupun internasional. Hal senada juga dipesankan oleh Bupati Lumajang Thoriqul Haq. (wt)

    COPYRIGHT © 2019 WartaTransparansi.com

    Berita Terkait

    Jangan Lewatkan