MANADO – Kontingen Jawa Timur kembali berprestsi dengan menjadi jura umum dalam Kompetisi Sains Madrasah (KSM) VIII-2019 yang berlangsung di Manado, Sulawesi Utara, pada 16-20 September 2019. Jatim berhasil meraih 9 medali emas, 6 perak, 4 perunggu. Peringkat dua dan tigas diraih Jawa Tegah dan Banten.
“Semua siswa harus memiliki keterampilan Karena itu, siswa madrasah harus terbiasa berkompetisi, seperti hal yang kita lakukan dalam KSM dan MYRES,” kata Sekjen Kemenag M Nur Kholis Setiawan saat menutup KSM di Manado, Jumat (20/9/2019) malam.
Meski demikian, Sekjen berharap, siswa madrasah memiliki karakter unggulun berupa sifat tawaduk, kooperatif, dan saling kerja sama. “Tidak ada orang yang bisa hidup sendirian tanpa kerja sama,” ucap Nur Kholis.
Karakter unggulan lainnya yang harus dimiliki siswa madrasah, lanjut Sekjen, yaitu responsif, yaitu cepat tanggap terhadap segala tantangan dan situasi. Siswa madrasa juga harus suka memberikan pencerahan bagi orang lain. Karakter berikutnya, mampu beradaptasi dengan segala dinamika tantangan dan situasi yang dihadapi.
“Karakter demikian harus dimiliki siswa madrasah karena sejatinya generasi muda merupakan masa depan peradapan umat, masa depan peradapan Indonesia dan masa depan peradapan dunia di masa mendatang,” pesan Nur Kholis.
Penutupan KSM 2019 berlangsung di Gedung Graha Bina Beringin Manado. Hadir, Asisten 1 Pemprov Sulut Edison Humiang yang mewakili, Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sulut Abdul Rasyid, serta para tamu undangan dan kontingen.
KSM 2019 diikuti 550 siswa dari 34 provinsi. KSM terbagi dalam tiga tingkatan, yaitu jenjang MI, MTs, dan MA. Adapun mata pelajaran yang dilombakan, Matematika Terintegrasi dan Sains IPA terintegrasi, IPA Terpadu dan IPS Terpadu, Matematika, Biologi, Kimia, Fisika, Ekonomi, dan Geografi Terintegrasi. (wt)